Tragedi MotoGP Malaysia 2011, Marco Simoncelli Tewas

Posted by Viva Bola on Senin, 24 Oktober 2011

MotoGP Malaysia 2011
VIVA - BOLA,-  Dunia balap MotoGP kembali berduka. Pembalap Honda Gresini, Marco Simoncelli, tewas akibat kecelakaan tragis saat berlaga di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (23/10) kemarin. Simoncelli mengembuskan napas terakhir pada pukul 16.56 waktu setempat. Meski mendapatkan pertolongan tim medis, nyawa pembalap asal Italia itu tak bisa diselamatkan setelah mengalami cedera parah di bagian kepala.

Tragedi bermula saat seluruh pembalap melibas lap kedua. Simoncelli kehilangan kendali motornya saat bertarung dengan pembalap Rizla Suzuki, Alvaro Bautista, dalam perburuan tempat keempat. Imbasnya, dia melaju miring dan dua pembalap di belakangnya, Colin Edwards dan Valentino Rossi, tak bisa menghindari insiden tersebut. Edwards menabrak Simoncelli dengan keras hingga membuat helm pembalap berusia 24 tahun itu terlepas.

Sementara Rossi hanya terpelanting ke sisi lintasan meski bisa melanjutkan balapan. Lepasnya helm disinyalir menjadi penyebab utama kematian Simoncelli lantaran pembalap kelahiran Cattolica, Italia, 20 Januari 1987, ini tak sadarkan diri di tengah aspal setelah kejadian mengenaskan tersebut.

Kepala Sirkuit Sepang Mokhzani Mahathir tak bisa menyembunyikan perasaan duka atas kejadian itu, terlebih kepada keluarga korban, termasuk ayah Simoncelli, Paolo Simoncelli, yang terlihat murung menyaksikan langsung insiden tragis anaknya di Sepang.

”Kecelakaan yang menimpa Simoncelli merupakan insiden paling parah dalam dunia balap MotoGP, terlebih sampai helm Simoncelli terlepas. Saya pikir Federasi Motorcycling Internasional (FIM) akan menyelidiki masalah ini lebih mendalam,” tutur Mokhzani seperti dilansir BBC.

Alasan itu pula yang membuat balapan seri ke-17 di negeri jiran itu dihentikan. Semua pihak terkait ajang MotoGP langsung memberikan ungkapan belasungkawa atas meninggalnya Simoncelli. Adapun di negara asal Simoncelli, semua pertandingan olahraga yang dilakukan kemarin diawali dengan mengheningkan cipta untuk menghormati pembalap berbakat itu.

Presiden Komite Olimpiade Italia (CONI) Gianni Petrucci mengumumkan hal tersebut setelah memastikan berita mengenai kematian Simoncelli. Klub raksasa Italia, AC Milan, merupakan salah satu klub olahraga pertama yang menunjukkan rasa simpatinya. ”AC Milan mengucapkan belasungkawa yang paling tulus dan penuh kerendahan hati pada saat yang menyedihkan ini,” demikian pernyataan Milan dalam situs resminya.

Juara dunia MotoGP 2011 Casey Stoner tak mau ketinggalan memberikan ucapan duka. Pembalap Australia ini mengaku sangat kehilangan rival sekaligus teman paska insiden maut tersebut. ”Ketika saya melihat tayangan ulang, lepasnya helm yang dialami Simoncelli jelas bukan pertanda baik,” ujar Stoner.

Pembalap Yamaha Cal Crutchlow juga turut bersimpati dengan musibah tersebut. Pembalap Inggris itu akan mengenang tragedi memilukan ini sepanjang hidupnya, terlebih mengenang sisi positif dari sosok kocak Simoncelli. ”Dia (Simoncelli) memiliki gaya balapan yang liar, tapi di balik itu dia merupakan sosok ramah. Dia pun pandai bergaul dengan siapa pun kendati Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo sempat bersitegang dengannya,” tuturnya.

Semasa hidup, Simoncelli memang memiliki karakter liar saat balapan. Itu tak lepas dari faktor lingkungan kecilnya di Cattolica, Italia. Sikap itu pula yang membuatnya sempat bersitegang dengan Pedrosa seusai balapan. Pedrosa menilai gaya balap Simoncelli berbeda dengan rider lain. Simoncelli seolah mengabaikan keselamatan, termasuk memaksakan laju motornya meski peluangnya menyalip terbilang kecil. Tapi rider Spanyol ini tetap merasa kehilangan dengan kepergian rivalnya tersebut.

”Dia sempat menjengkelkan saat berada di lintasan. Tapi di luar itu, dia sebenarnya sosok yang ramah. Saya hanya membenci gayanya saat balapan,” tutur Pedrosa.

Ungkapan belasungkawa tidak hanya dilontarkan pembalap MotoGP. Driver F1 Mark Webber memberikan simpatinya kepada keluarga korban. Melalui jejaring sosial Twitter, pembalap Red Bull Racing itu menyatakan kehilangan seorang pembalap bertalenta besar seperti Simoncelli. Menurut Webber, Simoncelli memiliki peluang besar menjadi juara dunia MotoGP suatu saat nanti. Prediksinya itu dilandasi pencapaian apik Simoncelli selama berkarier di dunia balap MotoGP, termasuk saat memperkuat tim Honda Gresini sejak tahun lalu.

Prediksi Webber terhadap Simoncelli cukup mendasar. Meski belum pernah mencicipi manisnya juara dunia MotoGP sejak pertama kali ambil bagian pada 2010, performa Simoncelli sangat menjanjikan. Dia pernah dinobatkan sebagai juara dunia kelas 250 cc pada 2008. Dia juga pernah melibas GP Spanyol dua kali saat berlaga di kelas 125 cc. Penampilan itu membuatnya diberi label pembalap debutan terbaik 2010.

Penampilan Simoncelli bersama Honda Gresini juga cukup meyakinkan tahun ini. Dia bertengger di posisi keenam klasemen pembalap sementara MotoGP dengan torehan 139 poin. Dia bahkan mengalahkan seniornya, Valentino Rossi, yang tercecer di peringkat ketujuh.

Dilahirkan di Cattolica, 20 Januari 1987, Simoncelli menyudahi karier balap domestiknya dengan pindah ke tim Aprilia pada 2002. Saat itu, dia mengikuti kejuaraan kelas 125 cc. Kemenangan pertamanya didapat pada 2004 setelah dia memulai balap dari pole position di GP Spanyol.

Pada 2006, dia kemudian naik tingkat ke kelas 250 cc dan pindah ke Tim Gilera. Bersama tim ini, Simoncelli meraih gelar juara dunia pada 2008. Setelah meraih 12 kemenangan di kelas 250 cc, Simoncelli kemudian beralih ke MotoGP. Pada 2010, Simoncelli membela Honda Gresini. Pada Mei lalu, ia sempat terlibat kecelakaan kontroversial dengan pembalap Honda lainnya, Dani Pedrosa, saat keduanya mengikuti GP Prancis di Le Mans.

Akibat kecelakaan itu, Pedrosa terpaksa menjalani operasi lantaran menderita patah tulang pada bahunya. Simoncelli dituduh telah melakukan manuver ilegal. Dia pun kerap mendapat kecaman dari fans Pedrosa akibat kasusnya dengan pembalap Spanyol tersebut. Hasil terbaik yang ditorehkan Simoncelli di kelas MotoGP adalah posisi kedua saat Casey Stoner memastikan gelar juaranya di GP Australia pekan lalu.
click here click here click here
CEO & Direktur Representatif Honda, Takanobu Ito prihatin dengan tragedi yang dialami salah satu pembalap terbaiknya. Menurutnya, Honda berencana mengorbitkan Simoncelli sebagai juara dunia MotoGP tahun depan.

Kejadian sebagaimana yang menimpa Simoncelli bukan kali pertama dialami pembalap. Sebelumnya ,pembalap Jepang Shoya Tomizawa meninggal saat berlaga di Moto2 (sebelumnya 250 cc) GP San Marino, Sirkuit Misano, September 2010. Pembalap Jepang lainnya, Daijiro Kato, juga mengalami nasib serupa, yakni meninggal dunia ketika berlaga di GP Suzuka pada 2003.

”Simoncelli merupakan pembalap paling berbakat yang kami miliki. Tapi musibah ini tak bisa dihindari dan kami turut berduka-cita atas meninggalnya Simoncelli,” ungkap Takanobu, seperti dilansir Reuters. (edi yuli)