Belanda vs Argentina : Tak Ada Di Maria, Aguero Siap

Tips Pasaran Bursa Taruhan dan Prediksi Bola
BERITA BOLA,- Argentina mendapat kabar baik sekaligus kabar buruk menjelang laga kontra Belanda di semifinal Piala Dunia 2014. Sergio Aguero sudah kembali fit dan siap tempur, tapi Angel Di Maria harus absen.

Aguero absen di babak 16 besar dan perempat final lantaran mengalami cedera otot. Namun, penyerang Manchester City itu telah melahap sesi latihan tim pada Minggu (6/7) dan dinyatakan siap tampil untuk laga melawan Belanda di Sao Paulo, Kamis (10/7), minimal sebagai pemain pengganti.

"Sergio telah berlatih tiga kali. Dia siap bermain," kata dokter tim Daniel Martinez seperti dikutip Reuters.

Sementara itu, Di Maria ditarik keluar saat Argentina mengalahkan Belgia 1-0 di babak perempat final, Sabtu (5/7), karena pahanya bermasalah. Dia saat ini tengah menjalani perawatan intensif dan dipastikan absen pada laga melawan Belanda.

"Angel mengalami cedera tingkat 1. Tentu saja dia tidak akan bermain pada pertandingan Argentina berikutnya. Setelah itu, kami akan mengevaluasi situasinya dari hari ke hari," katanya.

Cederanya Di Maria disayangkan gelandang, Javier Mascherano. Ia berharap rekannya itu lekas pulih. "Tim secara keseluruhan sangat gembira, kecuali untuk situasi Angel, yang sangat disayangkan. Kami berharap dia lekas pulih," katanya.

Semifinal menjadi misi pertama yang telah dituntaskan Lionel Messi dan rekan. Setelahnya, striker Argentina tersebut bertekad untuk melangkah lebih jauh dari sekadar semifinal.

Messi telah menjadi salah satu bintang turnamen. Ia mencetak empat gol untuk membabat lima laga dengan kemenangan. Mereka akan bertemu dengan Belanda di babak empat besar. Bintang Barcelona ini berharap "Tango" terus eksis di Brasil.

“Kami telah mencapai target yang pertama, yaitu semifinal. Sekarang kami ingin hasil yang lebih. Kami menikmati apa yang telah kami dapatkan, tapi sekarang berpikir tentang tahap selanjutnya. Kami siap,” ujar La Pulga.

Messi yang mulai menemukan tajinya di timnas kini yakin Argentina bakal juara. Ia pun optimistis rekan-rekannya juga memiliki misi yang sama--menang dan melenggang ke final.

“ Kami berlari lebih jauh dari siapa pun. Kami tidak menciptakan peluang sebanyak saat hari lainnya, kami tidak bekerja sebanyak yang dilakukan di lain waktu. Saya memainkan laga yang berbeda dan harus berlari lebih banyak dari biasanya. Ketika saya mendapat bola, saya sedikit merasa lelah tetapi kami tetap bermain sebagai sebuah tim," katanya.
(Agus Triyana)
Baca Selengkapnya

Brazil vs Jerman : Selecao Tetap Tegar

Tips Pasaran Bursa Taruhan dan Prediksi Bola
BERITA BOLA,- Brasil tak akan diperkuat Neymar dalam laga semifinal Piala Dunia 2014 melawan Jerman. Meski begitu, Selecao dinilai tetap tim kuat meski kehilangan pemain kunci. Neymar cedera retak tulang belakang kala berbenturan dengan Juan Zuniga di perempat final kontra Kolombia. Pemain 22 tahun itu diprediksi bakal menepi hingga Piala Dunia berakhir.

Legenda Spanyol, Raul Gonzalez, menilai Brasil kehilangan setengah daya serangnya dengan absennya Neymar. Namun pendapat lain diutarakan legenda hidup Brasil, Ronaldo. Tak setuju dengan pendapat eks rekan duetnya saat membela Real Madrid itu, Ronaldo menegaskan Brasil tak hanya bergantung pada satu orang pemain.

Apa yang ditunjukkan oleh Brasil di Piala Dunia 1962 menjadi buktinya. Brasil kehilangan Pele di awal turnamen, tapi akhirnya bisa menjadi juara. Kala itu Garrincha dan Vava mampu mengisi tempat yang ditinggalkan oleh Pele.

"Brasil tidak pernah dan tidak akan pernah bergantung pada satu pemain saja. Kami punya contoh di masa lalu, dengan pemain-pemain yang selevel dengan Neymar. Pele cedera pada Piala Dunia 1962 dan bisa digantikan. Meskipun demikian, Brasil tetap memenangkan Piala Dunia kala itu," katanya.

Sang fenomena pun mengingatkan Jerman agar tetap waspada. Andai Die Mannschaft meremehkan Brasil, Estadio Mineirao, Belo Horizonte, bisa menjadi kuburan bagi mereka.

"Jika Jerman berpikir akan berhadapan dengan tim lemah, sedang mengalami masalah, dan putus asa di atas lapangan karena mereka kehilangan satu pemain, dan pemain tersebut adalah Neymar, mereka membuat sebuah kesalahan besar," ujarnya dilansir Daily Sun.

Brasil kini memang lebih mengandalkan permainan fisik di Piala Dunia 2014. Oleh karena itu, gelandang bertahan Jerman, Bastian Schweinsteiger, mewaspadai pemainan baru Selecao itu.

Sejauh lima laga yang sudah dilakoni, Brasil dicatat situs resmi FIFA melakukan pelanggaran sebanyak 96 kali. Tim besutan Luiz Felipe Scolari itu juga sudah membukukan sebanyak 10 kartu kuning. Dari semua kartu kuning itu, dua di antaranya didapat oleh Thiago Silva.

Salah satunya didapat Silva saat Brasil melakoni laga melawan Kolombia. Dia mendapat kartu kuning karena menghalangi kiper Los Cafeteros, David Ospina, saat melakukan tendangan gawang.

Oleh karena permainan Brasil yang sudah berubah itu, Schweini pun waspada saat melakoni laga, Rabu (9/7). Kehilangan Neymar yang harus menepi karena cedera punggung, dan Silva karena akumulasi kartu diyakini tak berpengaruh banyak.

"Kami selalu berpikir mengenai pesulap dengan bola saat memikirkan Brasil. Tapi, tidak seperti itu lagi. Mereka kini juga mengandalkan kekuatan fisik," katanya dilansir Reuters.
(Agus Triyana)
Baca Selengkapnya

Brazil vs Kolombia : Selecao Dalam Tekanan

Tips Pasaran Bursa Taruhan dan Prediksi Bola
BERITA BOLA,- Brasil tampil kurang memuaskan saat menghadapi Chile di babak 16 besar. Lini serang mereka tak berkutik menghadapi semangat juang dan determinasi tinggi anak asuh Jorge Sampaoli.

Untuk kali pertama, laga harus melalui babak adu penalti. Tuan rumah beruntung punya penjaga gawang berpengalaman seperti Julio Cesar. Koin keberuntungan akhirnya berpihak pada tim besutan Luiz Felipe Scolari.

Laga kontra Kolombia, Sabtu (5/7) dini hari juga tak semudah kelihatannya. Neymar dkk harus bekerja keras untuk menembus tembok kokoh di pertahanan Los Cafeteros. Gawang David Ospina baru kebobolan dua gol di empat laga awal.

Cesar mesti siap menghadapi gempuran bergelombang barisan serang Kolombia. James Rodriguez siap mencari mangsa baru. Demikian juga Juan Cuadrado yang lincah menari-nari di sayap kanan.

Tim asuhan Jose Pekerman menjelma menjadi kuda hitam paling menakutkan di piala dunia tahun ini. Catatan sapu bersih dan gelontoran 11 golnya di empat laga, tersubur kedua setelah Belanda, Kolombia jelas bukan lawan sembarangan.

Big Phil beruntung Neymar telah pulih dari cedera. Seperti dirilis Sambafoot, seorang juru bicara federasi sepak bola Brasil (CBF) mengungkapkan, kondisi bintang Barcelona itu terus membaik. Masalah di paha dan lututnya telah teratasi.

Rakyat Brasil juga bisa bernapas lega. Bek tengah andalannya, kondisi David Luiz mengalami kemajuan pesat. Demikian juga dengan gelandang serang, Oscar, yang terindikasi cedera usai laga kontra Chile. Penggawa Chelsea itu telah dinyatakan sehat.

Kembalinya Neymar dalam kondisi seratus persen menjadi amunisi tersendiri bagi tuan rumah agar meneruskan mimpi untuk berpesta di negeri sendiri. Maklum, peran pemain berusia 22 tahun ini di Piala Dunia 2014, sangat besar.

Bomber lainnya, seperti Fred dan Jo, dianggap tak bisa menjadi gantungan harapan untuk menjebol jala lawan. Karakter keduanya yang cenderung sebagai target-man, yang hanya menerima bola-bola matang, dianggap hanya menjadi pelengkap.

Publik “Samba” lebih memilih sederet striker yang punya karakter olah bola dan menusuk yang tajam. Hal itu ada pada diri Neymar, juga Hulk. Nama terakhir sempat moncer saat bersua Chile. Namun, tetap saja Neymar yang terbaik dari sisi stabilitas.

Neymar sangat menonjol dengan koleksi empat golnya di empat laga. Kemampuan individunya luar biasa. Ia sudah 17 kali melakukan solorun. Daya jelajah dan akselerasinya adalah masalah tersendiri bagi lini pertahanan Kolombia.

Tapi, Kolombia juga punya striker muda nan jenius yakni James Rodriguez. Ia adalah pemain tersubur di Piala Dunia tahun ini dengan lima golnya. Aksi-aksinya juga memukau jutaan penggila bola dunia.

Menarik disimak apakah Selecao masih sangat bergantung pada sosok Neymar. Jika benar, Kolombia sepertinya mampu menghadirkan mimpi buruk di Fortaleza dan menyingkirkan tuan rumah.
(Agus Triyana)
Baca Selengkapnya

Prancis vs Jerman : Optimisme Les Bleus

Tips Pasaran Bursa Taruhan dan Prediksi Bola
BERITA BOLA,- Prancis menatap laga perempat final Piala Dunia 2014 melawan Jerman di Maracana Jumat (4/7) malam dengan percaya diri tinggi. Mereka masih masih unggul head-to-head dari lawannya. Meski terpuruk dalam satu dekade terakhir, Les Bleus masih unggul atas Der Panzer.

Empat bursa taruhan ternama, bet365, SkyBET, Ladbrokes, dan William Hill, memang menjagokan tim besutan Joachim Low yang bakal melaju ke semifinal. Namun, Les Bleus ternyata sedikit diunggulkan sejarah.

“Ayam Jantan” menang 11 kali dan sembilan kali kalah dari 25 pertemuan dengan Die Mannschaft. Sebanyak tiga pertemuan diantaranya terjadi di Piala Dunia, dimana Prancis menang sekali dan kalah dua kali.

Prancis kini jauh lebih sangar dengan skuat yang lebih banyak bermaterikan pemain muda. Kekuatan terbesar mereka adalah banyaknya variasi serangan dan penguasaan ruang permainan.

Di piala dunia tahun ini, skuat besutan Didier Deschamps mampu melakukan rotasi pemain secara mulus dengan mengerahkan empat pemain pilar. Karim Benzema dan Mathieu Valbuena sering tampil sebagai starter, dengan Olivier Giroud atau Antoine Griezmann lebih banyak bergerak di lini tengah.

Nama terakhir bukan tidak mungkin kembali masuk dalam starting XI di laga kontra Jerman. Ia piawai mengatur ritme permainan, cepat, dan jeli membuka ruang. Ia juga punya kemampuan oke dalam bertahan maupun menyerang.

Serangan Prancis jauh lebih garang bila gelandang andalan Juventus, Paul Pogba, diturunkan. Bintang muda Les Bleus ini akan bahu membahu bersama Blaise Matuidi.

Trio Griezmann-Valbuena-Benzema telah berkontribusi dengan empat gol dan 28 operan kunci dalam empat laga, sebagaimana dicatat Whoscored. Deschamps sudah siap memberi peran krusial kepada Griezmann, pilar Real Sociedad itu.

Bagaimana dengan Jerman? Melawan Aljazair, “Tim Panser” kedodoran di lini pertahanan. Empat bek pontang-panting mengantisipasi operan langsung ke jantung pertahanan.

Tak jarang, mereka bahkan terlambat mengantisipasi pergerakan lawan. Beruntung, Manuel Neuer tampil gemilang di bawah mistar. Serangan Prancis akan sangat mematikan bila duet Per Mertesacker dan Jerome Boateng kurang solid menjaga pertahanan.
(Agus Triyana)
Baca Selengkapnya

Ketika Demam Piala Dunia Menyerang Vatikan

Tips Pasaran Bursa Taruhan dan Prediksi Bola
BERITA BOLA,-  Demam Piala Dunia 2014 Brasil turut menyerang negara kota, Vatikan. Di media sosial Twitter dan Facebook beredar gambar kartun Paus Fransiskus dan anggota pasukan Garda Swiss (pasukan militer sukarela yang diambil dari para pria warganegara Swiss).

Pada akun resmi Twitter, Pontifical Council for Social Communications (@PCCS_VA) digambarkan Paus Francis, yang mengenakan scarf tim nasional Argentina, geram menyaksikan kelakuan dua pengawal pasukan Garda Swiss mendukung timnas Swiss sambil minum bir.

Sementara di akun resmi Facebook, Guardia Svizzera Pontificia, digambarkan Paus Francis melompat kegirangan sedangkan dua anggota pasukan pengawal Garda Swiss menangis menyaksikan tim kesayangan mereka kalah dari Argentina.

Pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2014 di Sao Paulo, Argentina mengalahkan Swiss 1-0 di masa perpanjangan waktu melalui kaki kiri Angel Di Maria memanfaatkan umpan silang Lionel Messi. Argentina lolos ke perempat final dan akan bertemu Belgia.

‘Perang’ antara Paus ke-266 yang resmi memimpin Gereja Katolik Roma 2013 lalu itu dan pasukan Garda Swiss bermula dari komentar Paus Francis yang dimuat di I.Media jelang laga Argentina kontra Swiss, Selasa (1/7) lalu waktu Sao Paulo.

"Malam nanti, akan terjadi perang di antara kita," kata Paus Francis dengan nada bercanda kepada para pengawal di depan Domus Sanct Marth, kediamannya di Vatikan.

Secara resmi, Garda Swiss mengundang Paus Francis ‘Nobar’ (nonton bareng) di barak, tapi undangan itu ditolak dengan halus meskipun ia merasa terhormat mendapat undangan itu. Paus Francis menyatakan dirinya netral.

Humor yang disampaikan melalui Twitter dan Facebook tersebut menunjukkan sisi lain Vatikan yang terkesan serius sebagai pusat agama Katolik.

Seperti diketahui, pemilik nama asli Jorge Mario Bergoglio tersebut adalah pecinta sepakbola. Pria berusia 77 tahun itu adalah pendukung klub lokal San Lorenzo di kampung halamannya, Flores, Buenos Aires, Argentina.

Pasukan Garda Swiss dibentuk pada masa Paus Siktus IV (1471-1484) di abad 15. Garda Swiss merupakan bagian dari militer Vatikan yakni sebuah kesatuan kecil yang bertanggung-jawab terhadap keamanan gedung-gedung di Vatikan, jalur masuk ke kota Vatikan dan keselamatan Paus.

Vatikan memiliki tim sepak bola yang terdiri dari anggota-anggota Garda Swiss, para anggota berbagai dewan kepausan dan satuan pengamanan museum (yang merupakan warganegara Italia).

Lantaran hanya anggota Garda Swiss yang bisa memperoleh kewarganegaraan Vatikan dan mereka tidak boleh dikumpulkan dalam kelompok yang besar dalam waktu yang lama, tim nasional Vatikan hanya bisa bermain dalam beberapa pertandingan internasional yang seringkali menarik perhatian cukup banyak wartawan.

Vatikan hanya pernah bermain di satu pertandingan internasional, yakni melawan Monako pada tanggal 23 November 2002 di Italia, berakhir dengan kedudukan sama kuat 0-0.

Pada tahun 2006 Vatikan bertanding melawan sebuah tim sepak bola asal Swiss, SV Vollmond, di sebuah lapangan kecil di luar Vatikan, tidak jauh dari perbatasannya. Vatikan menang 5-1.
(Huffington Post/Goal)
Baca Selengkapnya